۞ Wajahmu

Mungkin kau berencana pergi,
seperti rOh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya…

Kau pelanai kudamu…

Kau benar-benar harus pergi…
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit…

Pernahkah kukecewakan dirimu?
Mungkin kau tengah marah…
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut…

Kerinduan, ujar Jibril
biarlah demikian…
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama…

Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini…

Sang inti penuntun pada cinta…
Jiwa membantu sumber ilham…

Pegang erat sakit istimewamu ini…
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan…
Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu…

Muram cahaya mentari,
pucat dingding ini…

Cinta menjauh…
Cahayanya berubah…

Ternyata ku perlu keanggunan…
lebih dari yang kupikirkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s